Pahala dan Keutamaan Berqurban IDUL ADHA

PAHALA DAN KEUTAMAAN BERQURBAN DI IDUL ADHA

Pahala dan keutamaan berqurban – Ummat Islam di seluruh dunia setiap tahunnya merayakan Idul Adha atau yang juga sering disebut sebagai Hari Raya Qurban. Pada tahun 2021 ini, Hari Raya Qurban jatuh pada tanggal 20 Juli 2021 yang disusul dengan Hari Tasyriq pada tanggal 21-23 Juli 2021.

PAHALA DAN KEUTAMAAN BERQURBAN

Pada Hari Raya Idul Adha, Ummat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan qurban sebagai bentuk keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Ada pun hewan-hewan yang disunnahkan untuk diqurbankan pada Idul Adha adalah hewan ternak seperti kambing / domba, sapi, kerbau atau pun unta.

Anjuran berqurban ini di perintahkan langsung oleh Allah dalam Al Qur’an, Surah Al Hajj, Ayat 34 yang artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah). (QS. Al Hajj: 34).

Makna qurban secara bahasa berasal dari kata Qoruba, yang berarti dekat. Sejatinya Hari Raya Qurban itu sendiri dapat di artikan sebagai hari yang mengingatkan manusia untuk selalu dekat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Terlebih dimasa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Masa-masa yang memang seharusnya membuat manusia semakin sadar untuk lebih mendekatkan diri serta ketaqwaan kepada Sang Khaliq, Allah Subhanahu wa ta’ala.

Berikut ini adalah beberapa pahala dan keutamaan berqurban sesuai dengan Quran & Hadist ;

  1. Bentuk Ketaatan & Ketaqwaan

Penyembelihan qurban hanyalah jalan (thariqah) dan bukan jaminan untuk mendapatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Allah Subhanahu wa ta’ala menegaskan, “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. al-Hajj/22:37).

  • Perintah Berqurban Di Sandingkan Setelah Perintah Sholat.

Saking besar pahala dan manfaat berqurban bagi sesama, dengan tegas Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Sesungguhnya, telah kami tebarkan nikmat yang banyak kepadamu. Maka, dirikanlah shalat dan berqurbanlah.” (QS. al-Kautsar/108: 1-2). Ada dua perintah secara berturut-turut dalam ayat ini, yakni shalat sebagai ritual individual dan qurban sebagai ibadah sosial.

Dari segi sosial dan kemanusiaan, berqurban memiliki makna yang amat penting. Selain akan mengubur semangat individualistis dan tradisi memamerkan kekayaan yang kian tumbuh subur saat ini, secara nyata masyarakat miskin dan tidak mampu akan merasa “tergembirakan” hatinya dengan menerima hewan qurban sebagai makanan mewah.

Di samping itu, perintah berqurban dalam ayat di atas mencapai momentumnya saat ini. Maksudnya,  ayat ini meniscayakan adanya pembelaan, keberpihakan, pengorbanan, dan cinta  setiap muslim kepada sesama anak bangsa. Kalau dalam ibadah puasa kita diajarkan untuk turut merasakan lapar, namun dalam ibadah qurban kita diajarkan untuk berbagi rasa kenyang.

  • Setiap Rambutnya Bernilai Satu Kebaikkan

Dari sebuah riwayat yang bersumber dari Zaid bin Arqam. Ia bertanya, ”Ya Rasulullah, apakah Qurban itu?” Nabi SAW menjawab, ”Qurban adalah sunah bapak kalian, yakni Nabi Ibrahim”. Ia bertanya lagi, ”Apa keutamaan yang akan kami peroleh dengan berqurban?” Nabi SAW menjawab, ”Setiap sehelai rambutnya satu kebaikan.”

Ini sungguh pahala berqurban yang luar biasa banyaknya, sebagaimana banyaknya rambut yang tumbuh di kepala seekor kambing. Tetapi tidak hanya itu, di dalam lanjutan riwayat di atas, Zaid bin Arqam bertanya lagi, ”Bagaimana kalau bulu-buluya?” Nabi SAW menjawab, ”Setiap satu helai bulunya juga (dibalas) satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

  • Menyempurnakan Ketaatan.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala (Q.S Ali Imran : 92) yang berbunyi “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”.

  • Termasuk Amalan Orang-Orang Yang Sabar

Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirya, sabar itu adalah menerima perintah Allah Subhanahu wa ta’ala demi mendapat pahala. Nabi Ismail bukan menyembelih seekor kambing seperti yang kita lakukan saat ini, tapi beliau mengorbankan diri sendiri karena perintah Allah Subhanahu wa ta’ala.

Syarat hewan Qurban

Berbeda dengan penyembelihan hewan biasa yang tidak terikat dengan syarat-syarat tertentu. Hewan kurban memiliki beberapa persyaratan yang harus dilakukan agar ibadah kurban lebih sempurna:


1. Jenis Hewan Qurban

Syarat hewan kurban yang pertama adalah jenis hewannya harus binatang ternak. Unta, sapi, kambing, dan domba bisa dijadikan pilihan sebagai hewan qurban.

2. Usia Hewan Kurban.

Usia hewan kurban harus mencapai umur minimal yang ditentukan syari’at. Usia hewan ternak yang boleh dijadikan hewan kurban adalah:

  • Unta minimal berusia 5 tahun dan telah masuk tahun ke-6
  • Sapi minimal berusia 2 tahun dan telah masuk tahun ke-3
  • Domba berusia 1 tahun atau minimal berusia 6 bulan bagi yang sulit mendapatkan domba berusia 1 tahun. Sedangkan kambing minimal berusia 1 tahun dan telah masuk tahun ke-2.

3. Sehat Tanpa Cacat.

Rasulullah SAW merinci beberapa hal yang tak boleh dialami oleh hewan yang akan dikurbankan. Supaya memenuhi syarat hewan qurban, jangan memilih hewan yang buta sebelah, sakit, pincang, sangat kurus dan tidak mempunyai sumsum tulang. Pilihlah hewan kurban yang sehat.


4. Bukan Milik Orang Lain.

Hewan kurban tidak sah jika didapat dari hasil mencuri dan milik orang lain. Tidak sah hukumnya berkurban dengan hewan gadai (milik orang lain) atau pun hewan warisan.

  • Penyembelihan Hewan Qurban.

Penyembelihan hewan qurban harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syari’at. Menurut Ibnu Rusyd dari Madzhab Maliki didukung oleh Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah, dan Imam lainnya, penyembelihan dilakukan setelah salat Idul Adha. Dan batas akhir penyembelihan hewan kurban adalah terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah. Sedangkan menurut Madzhab Syafii adalah 4 hari setelah Idul Adha.

Sumber :

https://news.detik.com/berita/d-4645086/5-syarat-hewan-kurban-yang-wajib-diketahui-umat-muslim

https://www.republika.co.id/berita/qcq8ll374/pahala-berqurban

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chat
1
Hallo,
Ada yang bisa kami Bantu.?